Jahit Butik Online

Kunjungi produksi kami di instagram @arayya.id

Tampilkan postingan dengan label Tips Usaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Usaha. Tampilkan semua postingan

Selasa, September 2

Kost Kosan Bisnis Santai Uang mengalir seperti sungai

rumah yang bertuliskan “terima kos putri/putra”. Usaha kos-kosan memang semakin menjamur di kota-kota besar. Dulu aku cuma tahu kalau kos-kosan itu untuk mahasiswa dari luar kota yang memerlukan tempat tinggal. Maklum, aku tinggal di Jogja yang terkenal sebagai kota pelajar dan penuh dengan mahasiswa luar kota. Tapi, setelah aku ke Jakarta ternyata kos-kosan itu lebih luas cakupannya. Bukan hanya untuk mahasiswa dari luar kota, ternyata kos-kosan juga digunakan oleh para pekerja yang berasal dari luar kota. Bahkan ada juga orang Jakarta yang memilih kos agar bisa dekat dengan kantor sehingga tidak terjebak macet. Jadilah kos-kosan ini semakin menjamur.

Bisnis kos-kosan memang menjanjikan hasil yang luar biasa karena setiap bulan, ibu atau bapak kos akan menerima uang per kamar yang dikoskan. Di Jakarta saja, kamar kos kecil dengan kamar mandi luar dan fasilitas minimum sudah berharga lebih dari 500 ribu per kamar. Kalau bisa punya sepuluh kamar kos, maka penghasilan per bulan mencapai 5 juta rupiah. Uang sebesar itu datang tanpa harus kerja keras. Ibu dan bapak kos bisa saja memilih untuk santai di rumah. Jika sudah jatuh tempo dan anak kos belum membayar, cukup SMS atau menelepon untuk menagih bayaran kos. Jika terlalu lama menunggak, anak kos tersebut boleh diminta meninggalkan kamar tersebut dan mencari penghuni yang baru. Hal lain yang perlu dilakukan adalah pemeriksaan bangunan dan fasilitas secara rutin yang tidak perlu dilakukan setiap hari. Jika ada kerusakan, cukup panggil orang untuk memperbaiki.

Bisnis kos-kosan memang santai, tapi modal yang diperlukan sangatlah besar karena lahan dilokasi yang ramai tentunya berharga sangat mahal. Belum lagi diperlukan biaya besar untuk membangun kamar-kamar kos dan melengkapi fasilitas untuk menambah daya tarik kos-kosan. Oleh karena itu, untuk kamu yang masih berusia muda, gunakanlah masa muda untuk mengumpulkan uang sebanyak mungkin sebagai modal bisnis kos-kosan. Jadikanlah bisnis kos-kosan sebagai target untuk hidup santai di masa tua (walaupun lebih baik jika kita bisa santai secepatnya selagi muda). Jika ada penawaran lahan yang strategis, ambil peluang tersebut. Tidak perlu buru-buru membangun jika belum punya uang. Yang penting lahannya sudah dapat. Menabunglah lagi sampai uangnya cukup.

Sumber : ceritamu

CARI KOST DI KOSAMBI KARAWANG TIMUR ? KLIK 

http://dodorobby.blogspot.com/2014/03/kost-di-kosambi-karawang-timur-dekat.html

Minggu, Maret 23

Kost di Kosambi Karawang Timur dekat Kaw Surya Cipta, Kiic, Kim, Bic

Kost di Kosambi Karawang Timur
Terima Kost untuk daerah Kosambi Karawang timur dekat dengan Kawasan Surya Cipta, Kim, Kiic dan Bic 

Strategis selain dekat dengan Kawasan dekat juga dengan Terminal, Stasiun, dan Pasar

Parkir luas dengan bisa 5 mobil Halaman rimbun dengan 6 pohon mangga jumlah ada 10 kamar, 6 kamar isi dan 4 kamar masih dalam pembangunan selesai awal april 2014

Harga mulai dari Rp.400.000,-

Sudah termasuk kasur dan lemari kecil

untuk lihat lokasi silahkan tlp/sms ke no : 0812 10 408 408 (ibu anne) / 0813 82 009 111 ( dodo )


Kamis, Januari 2

Mau Jadi Member Tupperware di Karawang ?



Saya Rian Apriyani Manager Tupperware Karawang Unit Syakira yang berlokasi di Kosambi desa Duren kec Klari.
bagi teman yg mau gabung silahkan kontak saya yaa.. di nomor 0812 10 408 408


Rabu, Mei 22

Mukena BALI Murah Periode MEI 2013

Mukena Bali dengan bahan kain Rayon Super yg dingin dan Adem
dengan ukuran:
Atasan : 120 cm
Panjang Rok : 115 cm
HARGA Rp. 110.000,-
Note : Motif berubah tiap minggunya.
SMS / Whatsapp : +6281210408408
Pin bb : 2834677f
Mukena Bali
Tag : Agen Grosir Mukena Bali murah di Jakarta Jawa Barat Karawang ,
Purwakarta , Bandung dan sekitarnya.

Minggu, Maret 31

Mukena Bali Periode April week 1

Mukena Bali dengan bahan kain Rayon dengan ukuran
Atasan : 120 cm
Panjang Rok : 115 cm
Reseller min 3pcs Rp.110 ribu
Satu kodi lebih harga bisa nego lg.
SMS / Whatsapp : +6281210408408
Pin bb : 2834677f

Kamis, Maret 28

Mukena Bali Murah

Mukena Bali dengan bahan kain Rayon dengan ukuran
Atasan : 120 cm
Panjang Rok : 115 cm
SMS / Whatsapp : +6281210408408
Pin bb : 2834677f

Grosir Mukena Bali Murah

Mukena Bali dengan bahan kain Rayon dengan ukuran
Atasan : 120 cm

Panjang Rok : 115 cm
SMS / Whatsapp : +6281210408408
Pin bb : 2834677f

Rabu, Februari 15

Remove, Aplikasi 'Hapus Objek' untuk Smartphone

Jakarta - Aplikasi smartphone berikut memungkinkan penghapusan sebuah objek yang tidak diinginkan dalam sebuah foto. Tentu saja ia akan sangat membantu perekaman moment tanpa adanya gangguan.

Misal ketika pengguna hanya ingin memotret seorang temannya dengan latar belakang obyek wisata yang ramai. Ia akan tetap bisa menghasilkan foto yang diinginkan tanpa diganggu oleh banyaknya orang yang bersliweran di lokasi foto.

Adalah perusahaan teknologi yang bergerak di bidang imaging, Scalado yang menciptakan apikasi bernama Remove ini. Remove diklaim sebagai software optical remove untuk smartphone pertama di dunia.

Pengguna hanya tinggal melakukan sekali tab di layar ponsel, dan iapun bisa menghapus obyek-obyek yang tidak diinginkan.

Dikutip detikINET dari SlashGear, Rabu (15/2/2012), Scalado akan memamerkan Remove di ajang Mobile World Conference di Barcelona, 27 Februari-1 Maret nanti.

Berikut demo dari cara kerja Remove:




Sumber : Detikinet

Kamis, April 28

8 Miliuner Muda Berbagi Kesuksesan

Setiap tahunnya, beberapa orang berhasil menjadi miliuner baru. Kebanyakan dari mereka adalah warga negara Amerika.

Yang lebih mencengangkan lagi, sebagian dari mereka sudah menjadi miliuner bahkan saat masih menjadi anak sekolahan.

Visi, kecerdasan, dan keteguhan adalah 3 dari beberapa hal yang membuat mereka berhasil. Apa kata mereka mengenai keberhasilan yang mereka raih? Mungkin bisa Anda jadikan pegangan juga untuk menjalani rencana Anda menjadi wirausahawan.


1. Mark Zuckerberg


Di tahun 2007, ketika berusia 23 tahun, pria ini mengembangkan sebuah sistem yang kini sangat terkenal, Facebook. Dalam sekejap, ia menjadi salah satu miliuner paling kenamaan.

Belum lagi namanya makin melambung setelah kisah suksesnya diabadikan dalam film "Social Network". Pria ini memandang bahwa anak-anak muda itu kreatif dan memiliki kecerdasan. Ia punya harapan tinggi terhadap anak-anak muda.



2. Michael Dell


Di usia 19, Dell keluar dari kuliahnya di University of Texas tak lama setelah ia memulai sebuah perusahaan komputer yang menjual langsung kepada konsumen dengan harga yang lebih rendah ketimbang pesaing di ritel.

Begitu ia mencapai usia 24 tahun, perusahaan yang dikenal dengan Dell memiliki pemasukan sekitar 258 juta dollar AS.

Nasihat dari pria yang kini berusia 45 tahun itu untuk para wirausahawan, 
"Anda harus memiliki gairah terhadap usaha Anda. Saya rasa orang-orang yang mencari ide-ide besar di luar sana untuk mendapatkan uang tidak sesukses orang-orang yang mencaritahu apa gairahnya yang terdalam untuk kemudian dibuat menjadi usaha."

Rabu, April 27

10 Rahasia Sukses Orang Jepang


http://2.bp.blogspot.com/_KgIqQvYUs3I/SdIhm5hWFdI/AAAAAAAAL-Y/SaXiZhCiszA/s400/japanese-flag-640.jpg

1. Kerja Keras

Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun).

Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama.

Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan.



2. Malu

Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran.

Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya.

Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas.

Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.



3. Hidup Hemat

Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan.

Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, mungkin kita sedikit heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30.

Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00.



4. Loyalitas

Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan.

Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan.



5. Inovasi

Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat.

Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics.

Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu.

Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk.

Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah.



6. Pantang Menyerah

Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi.

Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah.

Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia . Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita.

Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki , disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambah dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo, ternyata Jepang tidak habis.

Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen) .

Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era berikutnya.

Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya.

Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan).



7. Budaya Baca

Jangan kaget kalau Anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran.

Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA.

Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb).

Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institute penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan.



8. Kerjasama Kelompok

Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut.

Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok.

Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, namun 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok”.

Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “rin-gi” adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam “rin-gi”.



9. Mandiri

Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Bahkan seorang anak TK sudah harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya.

Di Yochien setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapan sendiri, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua.

Biasanya mereka mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka “meminjam” uang ke orang tua yang nantinya akan mereka kembalikan di bulan berikutnya.



10. Jaga Tradisi & Menghormati Orang Tua

Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini.

Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari Anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki, maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan.

Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata “tidak” apabila mendapat tawaran dari orang lain. Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena “hai” belum tentu “ya” bagi orang Jepang.

Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset penting di Jepang. Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang murah, tidak menyurutkan langkah pemerintah Jepang untuk melindungi para petaninya.

Kabarnya tanah yang dijadikan lahan pertanian mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasuk beberapa insentif lain untuk orang-orang yang masih bertahan di dunia pertanian. Pertanian Jepang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.

Sumber :
jurusmbahtogel.blogspot.com

Selasa, Desember 14

Bisnis Limbah Hasilnya Melimpah


Sepintas limbah sampah nampak sebagai barang mubah yang sudah tidak berguna lagi. Lain ceritanya ketika limbah ini dikelola oleh para creator yang memiliki impian untuk menjadi pengusaha sukses. Bukan rahasia lagi mereka berhasil “menyulapnya” menjadi barang-barang bernilai ekonomis.
Mock and money go together. Itulah motto yang mereka anut selama ini. Tidak jarang peruntungan itu diperoleh dari sesuatu yang dianggap kotor dan kurang bermanfaat. Onggokan sampah itu berasal dari sisa-sisa produksi pabrik baik berupa potongan-potongan kecil dari kain perca, sponge, busa, dacron, palstik, atau pun besi, juga barang-barang buangan lainnya. Tetapi semuanya itu sebenarnya masih dapat dimanfaatkan untuk suatu keperluan yang bernilai ekonomi asalkan jumlahnya memadai, dan tentunya ada pelaku yang bersedia mengelola produk limbah tersebut.

Usaha Potong Rambut Pria


setelah selesai pindahan toko saya tertarik dengan usaha yang satu ini yaitu usaha potong rambut dengan modal sekali namun pendapatan tiap hari yang akan saya realisasikan secepatnya.
untuk penjelasannya saya kutip di bawah ini dan di ambil dari sini

ASGAR
Usaha Jasa Potong Rambut brUsaha potong rambut merupakan usaha jasa yang resikonya kecil tetapi hasilnya relatif tetap. Begitu setidaknya yang diutarakan Saryanto, 30 tahun, pemilik usaha potong rambut “Yanto”. Walaupun paginya sepi, hampir bisa dipastikan sore sampai malam usaha potong rambut miliknya ramai didatangi para pelanggan.

Selain memotong rambut, Saryanto juga menerima merapikan kumis. Pelanggannya mulai dari anak-anak, orang muda hingga orang tua. Model rambut yang diinginkan orang tua rata-rata hanya menginginkan rambut cepak, pendek dan rapi.