Jahit Butik Online

Kunjungi produksi kami di instagram @arayya.id

Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Kamis, April 17

Pahala Istri Shalehah

Rosulullah saw bersabda kepada putrinya Fatimah ra, “Hai Fatimah, setiap istri yg membuatkan tepung untuk suami dan anak-anaknya, maka ALLAH mencatat baginya memperoleh kebajikan dari setiap butir biji yg tergiling, dan menghapus keburukannya serta meninggikan derajatnya.
Hai Fatimah, setiap istri yang berkeringat di sisi alat penggilingnya karena membuatkan bahan makanan untuk suaminya, maka ALLAH memisahkan antara dirinya dan neraka sejauh tujuh hasta.

Hai Fatimah, setiap istri yg meminyaki rambut anak-anaknya dan menyisirkan rambut mereka dan mencucikan baju mereka, maka ALLAH mencatatkan untuknya memperoleh pahala seperti pahala orang yang memberi makan seribu orang yg sedang kelaparan, dan seperti pahala orang yang memberi pakaian seribu orang yg telanjang.

Rosulullah saw bersabda kepada putrinya Fatimah ra, “Hai Fatimah, setiap istri yg mencegah (mempersulit) kebutuhan tetangganya, maka ALLAH kelak akan mencegahnya (tidak memberi kesempatan baginya) untuk minum air dari telaga Kautsar pada hari kiamat.

Hai Fatimah, tetapi yg lebih utama dari semua itu adalah keridhaan suami terhadap istrinya. Sekiranya suamimu tidak meridhaimu, tentu aku tidak akan mendo’akan dirimu.
Bukankah engkau mengerti hai Fatimah, bahwa ridha suami itu menjadi bagian dari ridha ALLAH, dan kebencian suami merupakan bagian dari kebencian ALLAH.

Hai Fatimah, manakala seorang istri mengandung, maka para malaikat memohon ampun untuknya, dan setiap hari dirinya dicatat memperoleh seribu kebajikan dan seribu keburukannya dihapus. Apabila telah mencapai rasa sakit (menjelang melahirkan) maka ALLAH mencatatkan untuknya memperoleh pahala seperti pahala orang2 yg berjihad di jalan ALLAH. Apabila telah melahirkan, dirinya terbebas dari segala dosa seperti keadaannya setelah dilahirkan ibunya”

Rosulullah saw bersabda kepada putrinya Fatimah ra, “Hai Fatimah, setiap istri yg melayani suaminya dengan niat yg benar, maka dirinya terbebas dari dosa-dosanya seperti pada hari dirinya dilahirkan ibunya. Ia tidak keluar dari dunia (yakni mati) kecuali tanpa membawa dosa. Ia menjumpai kuburnya sebagai pertamanan surge. Allah memberinya pahala seperti seribu orang yg berhaji dan berumrah, dan seribu malaikat memohonkan ampunan untuknya hingga hari kiamat.

Setiap istri yg melayani suaminya sepanjang hari dan malam hari disertai hati yg baik, ikhlas dan niat yg benar, maka ALLAH mengampuni dosanya. Pada hari kiamat kelak dirinya diberi pakaian bewarna hijau, dan dicatatkan untuknya pada setiap rambut yg ada ditubuhnya dengan seribu kebajikan, dan ALLAH memberi pahala kepadanya sebanyak seratus pahala orang yg berhaji dan berumrah”.

Rosulullah saw bersabda kepada putrinya Fatimah ra, “Hai Fatimah, setiap istri yg tersenyum manis di muka suaminya, maka ALLAH memperhatikannya dengan penuh rahmat.
Hai Fatimah, setiap istri yg menyediakan diri tidur bersama suaminya dengan sepenuh hati, maka ada seruan yg ditujukan kepadanya dari langit, “Hai wanita, menghadaplah dengan membawa  amalmu. Sesungguhnya ALLAH telah mengampuni dosa-dosamu yg berlalu dan yg akan datang.

Hai Fatimah, setoiap istri yg meminyaki rambut suaminya demikian pula jenggotnya, memangkas kumis dan memotong kuku-kukunya, maka ALLAH kelak memberi minum kepadanya dari rahiqim makhtum (tuak jernik yg tersegel) dan dari sungai yg ada disurga. Bahkan ALLAH kelak akan meringankan beban sakaratul maut. Kelak dirinya akan menjumpai kuburnya bagaikan taman surge. ALLAH mencatatnya terbebas dari neraka dan mudah melewati sirath (titian)

Sumber : http://cintaallahswt.wordpress.com/2012/03/26/besarnya-pahala-istri-sholeha-6/

Rabu, Juni 6

Pidato Heboh Hasyim Muzadi

Baru-baru ini beredar pidato menghebohkan dari mantan Ketua Umum
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi melalui pesan
berantai BlackBerry Messenger (BBM) dan media sosial. Bagi umat Muslim
yang komitmen dengan syariat Islam, pidato Hasyim Muzadi itu adalah
pidato yang brilian dan patut mendapat acungan jempol. Namun, bagi
kalangan liberal dan pihak-pihak yang "memusuhi" Islam, pidato itu
dianggap "radikal." Seperti apa pidato yang menghebohkan itu? Berikut
isi pidato Hasyim Muzadi yang juga Presiden WCRP (World Conference on
Religions for Peace) dan Sekjen ICIS (International Conference for
Islamic Scholars) tentang tuduhan INTOLERANSI agama di Indonesia oleh
Sidang PBB di Jeneva : "Selaku Presiden WCRP dan Sekjen ICIS, saya
sangat menyayangkan tuduhan INTOLERANSI agama di Indonesia. Pembahasan
di forum dunia itu, pasti karena laporan dari dalam negeri Indonesia.
Selama berkeliling dunia, saya belum menemukan negara muslim mana pun
yang setoleran Indonesia. Kalau yang dipakai ukuran adalah masalah
AHMADIYAH, memang karena Ahmadiyah menyimpang dari pokok ajaran Islam,
namun selalu menggunakan stempel Islam dan berorientasi Politik Barat.
Seandainya Ahmadiyah merupakan agama tersendiri, pasti tidak
dipersoalkan oleh umat Islam. Kalau yang jadi ukuran adalah GKI YASMIN
Bogor, saya berkali-kali ke sana, namun tampaknya mereka tidak ingin
selesai. Mereka lebih senang Yasmin menjadi masalah nasional & dunia
untuk kepentingan lain daripada masalahnya selesai. Kalau ukurannya
PENDIRIAN GEREJA, faktornya adalah lingkungan. Di Jawa pendirian
gereja sulit, tapi di Kupang (Batuplat) pendirian masjid juga sangat
sulit. Belum lagi pendirian masjid di Papua. ICIS selalu melakukan
mediasi. Kalau ukurannya LADY GAGA & IRSHAD MANJI, bangsa mana yang
ingin tata nilainya dirusak, kecuali
mereka yang ingin menjual bangsanya sendiri untuk kebanggaan
Intelektualisme Kosong ? Kalau ukurannya HAM, lalu di Papua kenapa TNI
/ Polri / Imam Masjid berguguran tidak ada yang bicara HAM? Indonesia
lebih baik toleransinya dari Swiss yang sampai sekarang tidak
memperbolehkan Menara Masjid, lebih baik dari Perancis yang masih
mempersoalkan Jilbab, lebih baik dari Denmark, Swedia dan Norwegia,
yang tidak menghormati agama, karena di sana ada UU Perkawiman
Sejenis. Agama mana yang memperkenankan perkawinan sejenis ?! Akhirnya
kembali kepada bangsa Indonesia, kaum muslimin sendiri yang harus
sadar dan tegas, membedakan mana HAM yang benar (humanisme) dan mana
yang sekedar Weternisme"

Jumat, Maret 30

Teori Fisika Hawking, Mengungkap Perjalanan Isra Rasulullah SAW

Salah satu mukjizat Nabi Muhammad SAW adalah diperjalankannya beliau oleh Allah SWT melalui peristiwa Isra’ Mi’raj. Banyak yang coba mengungkapkan peristiwa tersebut secara ilmiah, salah satunya melalui Teori Fisika paling mutahir, yang dikemukakan oleh Dr. Stephen Hawking.


Stephen Hawking

Teori Lubang Cacing

Raksasa di dunia ilmu fisika yang pertama adalah Isaac Newton (1642-1727) dengan bukunya : Philosophia Naturalis Principia Mathematica, menerangkan tentang konsep Gaya dalam Hukum Gravitasi dan Hukum Gerak.

Kemudian dilanjutkan oleh Albert Einstein (1879-1955) dengan Teori Relativitasnya yang terbagi atas Relativitas Khusus (1905) dan Relativitas Umum (1907).

Dan yang terakhir adalah Stephen William Hawking, CH, CBE, FRS (lahir di Oxford, Britania Raya, 8 Januari 1942), beliau dikenal sebagai ahli fisika teoritis.

Dr. Stephen Hawking dikenal akan sumbangannya di bidang fisika kuantum, terutama sekali karena teori-teorinya mengenai tiori kosmologi, gravitasi kuantum, lubang hitam, dan tulisan-tulisan topnya di mana ia membicarakan teori-teori dan kosmologinya secara umum.

Tulisan-tulisannya ini termasuk novel ilmiah ringan A Brief History of Time, yang tercantum dalam daftar bestseller di Sunday Times London selama 237 minggu berturut-turut, suatu periode terpanjang dalam sejarah.

Berdasarkan teori Roger Penrose :
“Bintang yang telah kehabisan bahan bakarnya akan runtuh akibat gravitasinya sendiri dan menjadi sebuah titik kecil dengan rapatan dan kelengkungan ruang waktu yang tak terhingga, sehingga menjadi sebuah singularitas di pusat lubang hitam (black hole).“

Dengan cara membalik prosesnya, maka diperoleh teori berikut :

Lebih dari 15 milyar tahun yang lalu, penciptaan alam semesta dimulai dari sebuah singularitas dengan rapatan dan kelengkungan ruang waktu yang tak terhingga, meledak dan mengembang. Peristiwa ini disebut Dentuman Besar (Big Bang), dan sampai sekarang alam semesta ini masih terus mengembang hingga mencapai radius maksimum sebelum akhirnya mengalami Keruntuhan Besar (kiamat) menuju singularitas yang kacau dan tak teratur.

Dalam kondisi singularitas awal jagat raya, Teori Relativitas, karena rapatan dan kelengkungan ruang waktu yang tak terhingga akan menghasilkan besaran yang tidak dapat diramalkan.

Menurut Hawking bila kita tidak bisa menggunakan teori relativitas pada awal penciptaan “jagat raya”, padahal tahap-tahap pengembangan jagat raya dimulai dari situ, maka teori relativitas itu juga tidak bisa dipakai pada semua tahapnya.

Di sini kita harus menggunakan mekanika kuantum. Penggunaan mekanika kuantum pada alam semesta akan menghasilkan alam semesta “tanpa pangkal ujung” karena adanya waktu maya dan ruang kuantum.

Pada kondisi waktu nyata (waktu manusia) waktu hanya bisa berjalan maju dengan laju tetap, menuju nanti, besok, seminggu, sebulan, setahun lagi dan seterusnya, tidak bisa melompat ke masa lalu atau masa depan.

Menurut Hawking, pada kondisi waktu maya (waktu Tuhan) melalui “lubang cacing” kita bisa pergi ke waktu manapun dalam riwayat bumi, bisa pergi ke masa lalu dan ke masa depan.


Ilustrasi Lubang Cacing

Hal ini bermakna, masa depan dan kiamat (dalam waktu maya) menurut Hawking “telah ada dan sudah selesai” sejak diciptakannya alam semesta. Selain itu melalui “lubang cacing” kita bisa pergi ke manapun di seluruh alam semesta dengan seketika.

Jadi dalam pandangan Hawking takdir itu tidak bisa diubah, sudah jadi sejak diciptakannya.


Dalam bahasa ilmu kalam :
“Tinta takdir yang jumlahnya lebih banyak daripada seluruh air yang ada di tujuh samudera di bumi telah habis dituliskan di Lauhul Mahfudz pada awal penciptaan, tidak tersisa lagi (tinta) untuk menuliskan perubahannya barang setetes.”

Menurut Dr. H.M. Nasim Fauzi, sesuai dengan teori Stephen Hawking, manusia dengan waktu nyatanya tidak bisa menjangkau masa depan (dan masa silam).

Tetapi bila manusia dengan kekuasaan Allah, bisa memasuki waktu maya (waktu Allah) maka manusia melalui “lubang cacing” bisa pergi ke masa depan yaitu masa kiamat dan sesudahnya, bisa melihat masa kebangkitan, neraka dan shiroth serta bisa melihat surga kemudian kembali ke masa kini, seperti yang terjadi pada Nabi Muhammad SAW, sewaktu menjalani Isra’ dan Mi’raj.


Dari sinilah Rasulullah SAW diperjalankan oleh Allah SWT ke langit.


Sebagaimana firman Allah :
Dan Sesungguhnya Muhammad Telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidrotil Muntaha. Di dekatnya ada syurga tempat tinggal . . .
(QS. An Najm / 53:13-15)

Nampaknya dalam mengungkap Perjalanan Isra, Teori Hawking dengan “Lubang Cacing”-nya, sama logisnya dengan Teori Menerobos Garis Tengah Jagat Raya namun meskipun begitu, teori Hawking, tidak semuanya bisa kita terima dengan mentah-mentah.

Seandainya benar, Rasulullah diperjalankan Allah melalui “lubang cacing” semesta, seperti yang diutarakan oleh Dr. H.M. Nasim Fauzi, harus diingat bahwa perjalanan tersebut adalah perjalanan lintas alam, yakni menuju ke tempat yang kelak dipersiapkan bagi umat manusia, di masa mendatang (surga).

Rasulullah dari masa ketika itu (saat pergi), berangkat menuju surga, dan pada akhirnya kembali ke masa ketika itu (saat pulang).

Dan dengan mengambil teladan peristiwa Isra, kita bisa ambil kesimpulan :
1. Manusia dengan kekuasaan Allah, dapat melakukan perjalanan lintas alam, untuk kemudian kembali kepada waktu normal.

2. Manusia yang melakukan perjalanan ke masa depan, namun masih pada ruang dimensi alam yang sama, tidak akan kembali kepada masa silam (mungkin sebagaimana terjadi pada Para Pemuda Kahfi).

3. Manusia sekarang, ada kemungkinan dikunjungi makhluk masa silam, tetapi mustahil bisa dikunjungi oleh makhluk masa depan. Hal ini semakin mempertegas, semua kejadian di masa depan, hanya dipengaruhi oleh kejadian di masa sebelumnya.

WaLLahu a’lamu bisshawab…

Sumber :kanzunqalam.wordpress.com

Kamis, April 28

Saat Iblis Bertamu Kepada Rasulullah


Iblis Terpaksa Bertamu Kepada Rasulullah  SAW

(dari Muadz bin Jabal dari Ibn Abbas)

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-LTdsmqC8N6T6VwA24Os80kJMOHwBrrKvZ_CQp-puKfBNdwL0QkUd4FJgc3hIwGI6l2J0xZeDwyP-oz7FVL_nFUyuSqPA2-yHnCn7nIPsR0L2wv4GtH9DnZ9MrEHjJHcfso00QF8kg2eN/s1600/iblis.jpg


Notes :
Kisah di bawah ini, masih belum dapat dipastikan apakah kejadian ini memang dialami Rasulullah SAW, atau hanya kisah yang menginspirasi. Admin belum dapat menemukan kesahihan nya. Namun terlepas dari itu, ambillah pelajaran dari kisah ini. Semoga dapat membantu dan saling mengingatkan dalam kebaikan.

Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman  seorang sahabat Anshar, tiba-tiba terdengar panggilan seseorang dari  luar rumah: “Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan  membutuhkanku.”

Rasulullah bersabda: “Tahukah kalian siapa yang  memanggil?”

Kami menjawab: “Allah dan rasulNya yang lebih tahu.”

Beliau melanjutkan, “Itu Iblis, laknat Allah  bersamanya.”

Umar bin Khattab berkata: “Izinkan aku membunuhnya wahai  Rasulullah”.

Nabi menahannya: “Sabar wahai Umar, bukankah  kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih  baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan oleh Allah  untuk ini,  pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan  baik.”

Ibnu Abbas RA berkata: pintu lalu dibuka,  ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut  seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya  seperti bibir sapi.

Iblis berkata: “Salam untukmu Muhammad. Salam untukmu  para hadirin…”

Rasulullah SAW lalu menjawab:  “Salam hanya  milik Allah SWT, sebagai mahluk terlaknat, apa  keperluanmu?”

Iblis menjawab: “Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas  kemauanku, namun karena terpaksa.”

“Siapa yang  memaksamu?”

Seorang malaikat dari utusan Allah telah mendatangiku  dan berkata:

“Allah  SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri.beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. jawabalah  dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau  berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin.”

“Oleh  karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. Jika aku  berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. Tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh.”